002. Solusi farmasi sederhana

Rekomendasi untuk pembuatan sediaan sederhana:


Maserasi

Merupakan larutan ekstrak berair paling sederhana yang diperoleh dari tanaman pada suhu ruangan. Proses ini ditujukan untuk spesies yang mengandung zat aktif yang dapat diekstrak secara dingin. Bahan baku tanaman yang telah dipotong-potong atau masih utuh dibiarkan bersentuhan dengan sejumlah air minum yang ditentukan selama 1 hingga 12 jam, sambil diaduk sesekali. Setelah itu, larutan disaring menggunakan kain kasa dan langsung dikonsumsi pada hari yang sama.

Infusa

Sediaan infusa disarankan untuk dibuat dari bunga atau dari bagian tanaman yang memiliki jaringan rapuh. Bahan baku yang telah dipotong-potong dibasahi dengan 3 bagian air dan didiamkan selama 5 menit. Setelah itu, tanaman dimasukkan ke dalam panci enamel berisi air dan direbus dalam keadaan tertutup rapat dengan penutup. Panci dipertahankan selama 5 menit saat air mendidih, lalu didiamkan selama 15 hingga 30 menit. Kemudian, larutan disaring dan siap untuk diminum.

Dekok

Juga merupakan larutan ekstrak berair yang diperoleh melalui proses pemanasan dari bahan baku tanaman yang telah dipotong-potong. Proses pembasahannya sama seperti pada pembuatan infusa, tetapi bahan direbus dengan jumlah air yang ditentukan selama 30 menit di atas api kecil. Larutan ekstrak berair yang diperoleh disaring selagi panas untuk melengkapi kehilangan cairan akibat penguapan. Metode ini biasanya digunakan untuk bahan baku tanaman dengan konsistensi yang keras: akar, kulit kayu, beberapa jenis buah, dan biji.

Semua jenis larutan ekstrak berair ini hanya disiapkan untuk waktu maksimal satu hari dan langsung dikonsumsi.

Sediaan Farmasi Alami (Formae galenicae) – kumpulan ekstrak herbal yang berguna untuk membuat obat rumahan, menjaga kandungan zat aktif, serta untuk perawatan luar dan obat alami lainnya.
Sediaan Farmasi Alami (Formae galenicae) – kumpulan ekstrak herbal yang berguna untuk membuat obat rumahan, menjaga kandungan zat aktif, serta untuk perawatan luar dan obat alami lainnya.

Tingtur

Merupakan larutan ekstrak hidroalkohol yang diperoleh pada suhu ruangan. Dalam pengobatan rumahan, sediaan farmasi ini didapatkan dengan cara merendam (macerating) bahan baku dalam alkohol encer berkadar 40% - 70% ABV selama kurang lebih 7 hari, lalu diikuti dengan penyaringan. Sediaan ini dikonsumsi dalam bentuk tetesan yang diencerkan dengan sedikit air.

Sirup

Sirup termasuk ke dalam kategori larutan ekstrak berair, diperoleh dari hasil maserasi, infusa, dekok, atau sari tanaman yang ditambahkan setidaknya 60% gula untuk memastikan pengawetan yang baik dari waktu ke waktu.

Anggur Obat

Merupakan sediaan farmasi yang diperoleh dari bahan baku tanaman yang telah dipotong-potong, namun direndam dalam anggur. Sediaan ini ditujukan untuk penggunaan dalam (internal use), terutama untuk merangsang nafsu makan, dan dikonsumsi 30 menit sebelum makan. Sediaan ini tidak dianjurkan bagi penderita gastritis hiperasid (asam lambung berlebih), hipertensi, atau penderita penyakit hati. Sediaan ini juga tidak boleh diberikan kepada anak-anak.

Inhalasi

Diperoleh dari tanaman obat yang kaya akan minyak atsiri atau bahkan dari minyak atsiri itu sendiri yang dimasukkan ke dalam wadah enamel atau porselen, lalu disiram dengan sejumlah air mendidih. Uap air yang jenuh dengan minyak atsiri tersebut bekerja saat masuk ke dalam saluran pernapasan melalui dengan cara dihirup.

Obat Kumur

Disiapkan sebagai infusa atau dekok dari herba dan digunakan untuk berkumur pada kasus stomatitis (sariawan), seriawan (aphthae), radang amandel, serta abses gigi.

Tapal atau Kompres

Ditujukan untuk penggunaan luar dan didapatkan dari berbagai larutan ekstrak berair atau hidroalkohol yang digunakan untuk membasahi kain kasa atau sepotong kain katun bersih. Tapal tersebut dioleskan langsung ke kulit untuk mendapatkan efek melancarkan sirkulasi darah (revulsif), melembutkan, atau meredakan peradangan.

Mandi Fitoterapi

Merupakan bentuk penggunaan tanaman obat untuk pemakaian luar dalam bentuk mandi. Untuk mendapatkan campuran herba untuk mandi, tanaman yang telah dipotong-potong dimasukkan ke dalam kantung kain kasa ganda. Setelah dibasahi, kantung berisi herba tersebut direbus selama 10 hingga 30 menit di atas api kecil dalam 3 hingga 5 liter air. Air rebusan yang dihasilkan kemudian dimasukkan ke dalam bak mandi berisi air.

Cuka Aromatik

Disiapkan dengan merendam tanaman dalam cuka anggur, dengan takaran 50 hingga 100 gram tanaman yang telah dicincang per 1 liter cuka. Waktu perendaman (maceration) adalah 7 hingga 8 hari, setelah itu larutan disaring. Cuka ini digunakan untuk pemijatan dengan intensitas tinggi.

Minyak Obat

Didapatkan dengan merendam tanaman dalam minyak makan selama 4 hingga 6 minggu. Ini adalah cara pembuatan minyak untuk tanaman seperti St. John's wort, kamomil, atau minyak tanaman lainnya. Minyak ini digunakan untuk luka yang sulit sembuh atau untuk luka bakar.